Nanorobots mengarungi darah untuk mengirim obat-obatan

Anonim

Nanorobots mengarungi darah untuk mengirim obat-obatan

Medis

Nick Lavars

18 Juni 2015

Para ilmuwan melaporkan bahwa mereka telah merancang nanorobot baru (bukan yang digambarkan di sini) yang mampu bergerak melalui cairan tubuh dengan relatif mudah (Credit: Shutterstock)

Nanorobots memiliki potensi besar di bidang kedokteran. Ini sebagian besar karena kemungkinan pengiriman muatan medis yang sangat ditargetkan, suatu hasil yang dapat mengurangi efek samping dan meniadakan kebutuhan akan prosedur invasif. Tetapi bagaimana partikel-partikel mikroskopis ini dapat menavigasi cairan tubuh adalah area fokus yang sangat besar bagi para ilmuwan. Para peneliti sekarang melaporkan teknik baru dimana nanorobot dibuat untuk berenang dengan cepat melalui cairan seperti darah untuk mencapai tujuan mereka.

Meskipun masih merupakan bidang ilmu yang baru muncul, nanopartikel mendapatkan sesuatu reputasi sebagai multitool yang potensial untuk memerangi hal-hal seperti infeksi, kanker, diabetes tipe 1 dan bahkan membuka pembatas darah otak. Tetapi mereka umumnya tidak bisa hanya dimasukkan ke dalam tubuh dan pergi ke perangkat mereka sendiri, itulah sebabnya kami melihat perkembangan teknik yang bertujuan untuk membawa mereka ke mana mereka harus pergi.

Ini termasuk lapisan nanopartikel magnetik dalam protein dan membimbing mereka secara magnetis ke situs cedera, perenang microbot yang dihirup scallop, dan mengintegrasikan mikro-motor yang didukung oleh gelembung-gelembung gas yang timbul dari reaksi di dalam perut. Metode terakhir ini membawa muatan medis pertama yang dikirim nanobot pada makhluk hidup di bulan Januari, tetapi itu adalah pendekatan yang terinspirasi magnet yang lebih menyerupai kemajuan terbaru di daerah tersebut.

Para ilmuwan dari ETH Zurich dan Technion-Israel Institute of Technology melaporkan bahwa mereka telah merancang nanorobot baru yang mampu mengarungi cairan tubuh dengan relatif mudah. Perangkat dibuat dengan merangkai sebuah polimer bersama dengan dua kawat nano magnetik. Ini membentuk rantai tiga bagian sepanjang lebar serat sutra, yang kemudian mereka uji dalam cairan yang lebih tebal daripada darah.

Tim kemudian menerapkan medan magnet berosilasi yang menyebabkan nanorobot bergerak dengan gerakan berbentuk S seperti ekor kecebong. Ini melihatnya berenang dengan kecepatan hampir satu tubuh per detik. Para peneliti mengatakan bahwa medan magnet juga dapat digunakan untuk mendikte arah nanorobot berenang, yang berarti dapat diarahkan ke targetnya. Nanorobots dapat dilihat dalam aksi di video di bawah ini.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nano Letters .

Sumber: American Chemical Society

Para ilmuwan melaporkan bahwa mereka telah merancang nanorobot baru (bukan yang digambarkan di sini) yang mampu bergerak melalui cairan tubuh dengan relatif mudah (Credit: Shutterstock)