Bungkus dengan sensor terintegrasi untuk memantau penyembuhan lutut yang terluka

Anonim

Bungkus dengan sensor terintegrasi untuk memantau penyembuhan lutut yang terluka

Kesehatan & Kesejahteraan

Darren Quick

8 Maret 2011

Sensor yang diintegrasikan ke dalam perban meregister rentang gerakan lutut. (Gambar: Fraunhofer IPA)

Cedera lutut adalah salah satu cedera paling umum yang dapat menimpa olahragawan atau mereka yang hanya menikmati gaya hidup aktif. Cedera semacam itu dapat menyebabkan pasien berminggu-minggu sementara mereka menunggu sendi untuk mendapatkan kembali fungsi penuh mereka. Meskipun waktu yang dibutuhkan lutut untuk menyembuhkan berhubungan langsung dengan seberapa baik respon terhadap perawatan yang dipilih, itu bisa sulit bagi seorang dokter ortopedi untuk mengevaluasi proses penyembuhan dan bagi pasien sendiri untuk mengetahui kemajuan apa yang mereka buat. Para peneliti kini telah mengembangkan jenis perban baru yang memiliki sensor terintegrasi untuk memantau rentang pergerakan lutut dari waktu ke waktu untuk memberi tahu pasien bagaimana perkembangannya dan membiarkan dokter tahu bahwa mereka perlu menyesuaikan pengobatan.

Perban baru, yang dikembangkan oleh para peneliti dari Institut Fraunhofer untuk Teknik Manufaktur dan Otomasi IPA di Stuttgart, terdiri dari braket yang menggabungkan sensor khusus yang mengukur dan merekam rentang gerakan sendi, serta menentukan sampai sejauh mana itu berputar dan kekuatan apa yang bertindak atasnya. Sensor yang digunakan dalam perban termasuk sistem pengukuran sudut berdasarkan prinsip-prinsip magnetik, dan sensor percepatan dan laju rotasi.

Sensor mengamati gerakan dan merekam data secara terus menerus, memungkinkan dokter untuk menentukan dengan pasti bagaimana pasien menggerakkan lutut mereka dan mengamati bagaimana rentang gerakan lutut berubah seiring waktu. Menggunakan perangkat lunak yang mengevaluasi data dan menyajikannya dalam format yang mudah dipahami, dokter dapat mengenali tren dan, jika perlu, menyesuaikan perawatan. Para peneliti mengatakan berbagai perlengkapan untuk sistem sensor telah dirancang sehingga mereka tidak membatasi kebebasan bergerak dengan cara apa pun, sehingga pasien bahkan tidak menyadari lutut mereka sedang dipantau.

Dipl.-Ing. Bernhard Kleiner dari Fraunhofer IPA mengatakan bahwa perban baru dapat memberikan dorongan psikologis kepada pasien dengan menyoroti setiap peningkatan kecil dalam mobilitas lutut, meskipun mereka mungkin tidak merasa mereka menjadi lebih baik.

"Kami ingin menerapkan pengukuran kinematika manusia ke bagian lain dari tubuh di masa depan, " kata Kleiner. Para peneliti Fraunhofer telah mengarahkan pandangan mereka pada sendi bahu dan pinggul, tetapi dengan gerakan mereka tentang ketiga kapak, sendi ini menimbulkan kesulitan ekstra. Untuk mengatasi hal ini, para insinyur akan mencari sistem sensor 3D dengan perangkat lunak khusus.

Perban pemantauan sambungan seluler yang dikembangkan di Fraunhofer akan diperlihatkan pada pameran dagang Eropa MEDTEC, yang berlangsung dari 22-24 Maret 2011, di Stuttgart, Jerman.

Sensor yang diintegrasikan ke dalam perban meregister rentang gerakan lutut. (Gambar: Fraunhofer IPA)